A.  Alasan Menggunakan Tahap-Tahap Penyusunan Program

  1. Pertimbangan logis

    Melalui tahap definisi masalah dan analisis kebutuhan, maka pemrogram dapat mengetahui dengan jelas bobot atau tingkat kesuliltan yang harus dipecahkan sehingga dapat melakukan perhitungan yang tepat untuk menentukan jumlah tenaga, harga, sumber daya dan waktu yang dibutuhkan untuk menyusun program

     

  2. Pertimbangan analogi

    Menyusun program seakan-akan identik dengan membangun rumah dimana dibutuhkan rancangan arsitektur dan definisi tahap-tahap pengerjaan yang terencana secara baik dan sistematis, sebelum ia mulai membangun

  3. Pertimbangan jumlah data

    Jumlah dan jenis data serta proses pengolahan data merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan secara khusus. Jumlah dan jenis data sangat mempengaruhi dalam menentukan jenis variable dan yang akan digunakan dalam penyusunan program tersebut

  4. Pertimbangan untuk pengembangan

    Melalui tahap-tahap penyusunan program akan diperoleh suatu program yang baik, terstruktur dan sistematis, sehingga dapat dengan mudah dikembangkan di masa mendatang

  5. Pertimbangan prinsip

    Dalam menyusun program sebaiknya pemrogram membuat persiapan dan rancangan arsitektur program dengan matang, sehingga tidak menimbulkan masalah pada tahap coding dan testing

B.  Membuat Program Yang Kompleks

Untuk membuat program yang besar dan kompleks,     programmer membutuhkan tahapan-tahapan dibawah ini :

  1. Definisi Masalah

    untuk mendapatkan pengertian/pemahaman tentang masalah yang ada sehingga dapat ditentukan batasan masalahnya.

    2.     Analisis Kebutuhan

    untuk menentukan spesifikasi fungsi, kemampuan & fasilitas dari program yang disusun sebagai dasar evaluasi.

    3.     Perancangan Arsitektur Program/ Desain Algoritma

    Perancangan arsitektur program akan membuat program yang dibentuk memiliki konstruksi yang baik, proses pengolahan data yang tepat dan akurat, bernilai seni, memiliki aspek user friendly dan memiliki dasar untuk pengembangan selanjutnya.

  2. Pengkodean

    Pengkodean meliputi:

    1.    Dokumentasi Kode

    2.    Deklarasi Data

    3.    Penyusunan Perintah

    4.    Input/Output

    5.    Efisiensi

    5. Bahasa Pemrograman

    – sebagai sarana komunikasi manusia-komputer, dan

    – sebagai media untuk membuat dan memahami program

    Karakteristik pemilihan bahasa pemrograman:

    a. bidang aplikasi yang dikerjakan

    b. kekomplekkan algoritma dan perhitungan

    c. lingkungan dimana software diterapkan

    d. pengetahuan programmer/staff

    e. ketersediaan kompiler (objek program)

    6. Testing : proses menguji program secara intensif untuk menemukan kesalahan (bebas error)

    Debugging : mengoreksi kesalahan sampai kesalahan diperbaiki, meliputi penetapan lokasi & kode error

  3. Dokumentasi

    Informasi dan gambaran untuk memahami program/kode yang diberikan.

  • Pemakai dokumentasi

    · Dokumentasi pemrograman:

    Dokumentasi Internal à Dokuemtasi sistem yang merupakan bagian dari source code program atau yang dibuat pada saat proses kompilasi

    Dokumentasi Eksternal à Dokumentasi sistem tentang teknik perancangan yang berbentuk diagram terstruktur seperti Data Flow Diagram ataupun E-R Diagram

    · Dokumentasi operator à Berisi penjelasan-penjelasan cara dan prosedur-prosedur mengoperasikan program.

    · Dokumentasi user à Berisi petunjuk untuk menggunakan masing-masing program dan juga mencakup materi pelatihan

Dokumentasi sistem interaktif

8. Pemeliharaan

Pemeliharaan meliputi:

· penambahan/peningkatan/perbaikan program

· adaptasi program dengan lingkungan mesin baru

· perbaikan terhadap kesalahan yang timbul

Pemeliharaan dibedakan menjadi :

  • Corrective Maintenance

Melakukan koreksi hasil yang didapat oleh pemakai tidak sesuai

  • Adaptive Maintenance

Adaptasi sehingga memerlukan modifikasi dari program yang dibuat

  • Prefective Maintenance

Tambahan fungsi-fungsi/fasilitas pada program setelah dilakukan pengujian dan pemakaian oleh user

  • Preventive Maintenance

Tambahan fungsi-fungsi/fasilitas pada program sesuai dengan perkembangan masa mendatang

C.  Membuat Program Yang Sederhana

Untuk membuat suatu program yang sederhana, programmer tidak perlu menggunakan tujuh tahapan di atas, tetapi cukup beberapa tahap saja, seperti:

  1. Definisi Masalah
  2. Desain Algoritma
  3. Bahasa Pemrograman
  4. Testing dan Debugging

D.  Karakteristik Seorang Programmer
  1. Mampu menyusun algoritma dengan baik dan logis.
  2. Memiliki ketekunan dan ketelitian yang tinggi.
  3. Menguasai bahasa dan teknik penulisan program dengan baik.
  4. Dapat bekerja sama dalam suatu tim.
  5. Dapat bekerja secara efisien dan tepat waktu
E.  Menulis Program Interaktif
  1. Program harus dapat melakukan validasi terhadap setiap data yang masuk (mencocokkan data).
  2. Program harus dapat mengecek setiap kemungkinan yang penting, yang akan muncul pada data masukan.
  3. Buatlah format masukan sesederhana mungkin
  4. Buatlah agar program dapat memberikan tanda bahwa data yang dikehendaki sudah terpenuhi.
  5. Berikan label atau keterangan pada setiap keluaran, termasuk bentuk pesan kesalahan apabila si pemakai salah mengoperasikan program tersebut.
  6. Berikan pesan, apabila program sedang melakukan suatu proses yang memerlukan suatu waktu tunggu